Diterbitkan 2020-07-10
Kata Kunci
- Hepatitis-B,
- HBsAg,
- Anti-HBs,
- PSK,
- Pekerja Seks Komersial
Cara Mengutip
Abstrak
Pekerja seks komersial merupakan kelompok risiko tinggi infeksi PMS (HIV-AIDS, Sifilis, Gonorhoe dan Hepatitis-B). Penularan VHB 100x lebih cepat dari virus HIV. Diagnosis HBsAg dan Anti HBs merupakan petanda infeksi VHB yang dapat dideteksi minimal 2 minggu sebelum gejala klinik muncul. Angka kejadian IMS kota Semarang (tahun 2012) tertinggi pada Resosialisasi Argorejo kota Semarang sebanyak 1.623 kasus. Monitoring penyakit Hepatitis B pada PSK Resosialisasi belum menjadi pemeriksaan rutin. Rumusan permasalahan penelitian adalah “Bagaimana Prevalensi hasil pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs pada PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang?â€. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik  dengan rancangan cross sectional. Spesimen penelitian adalah darah vena PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang yang periksa monitoring HIV-AIDS pada  bulan  Agustus-September 2015. Pengambilan sampel secara total sampling untuk pemeriksaan HBsAg dan Anti-HBs secara imunoserologis metode strip. Analisis hubungan antara faktor pejamu dengan HBsAg dan Anti-HBs menggunakan uji statistik spearman’s test. Nilai negatif pada hasil pemeriksaan HBsAg sedangkan prosentase Anti-HBs PSK Resosialisasi Argorejo Kota Semarang sejumlah 29%. Tidak ada hubungan antara faktor usia, pendidikan dan pengetahuan dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Ada hubungan antara perilaku seksual dengan hasil pemeriksaan Anti-HBs. Diperlukan peningkatan regulasi penapisan dan imunisasi infeksi Hepatitis-B pada komunitas Resosialisasi Argorejo Kota Semarang.
Referensi
Daili, Syaiful Fahmi. 1999. PMS. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Daili, Syaiful Fahmi, dkk. 2009. Infeksi Menular Seksual edisi 4. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Dalam Widiyana, Trisna. 2014. Karya Tulis Ilmiah : Hubungan Sikap PSK dan Dukungan sesama PSK terhadap Sikap Penggunaan Kondom.
Dienstaq JL, Isselbacher KJ. 2004. Acute Viral Hepatitis.In:Braunwald E. etal., Harrison’s Principles of Internal Medicine, 16th edition. New York : Mc Graw Hill.
Lafanchy D. 2004. Hepatitis B Virus epidemiology, disease burden, treatment, and current and emerging prevention and control measures. J Viral Hepat ;11:97-107.
Lok ASF, McMahon BJ. 2004. Chronic Hepatitis B: Update of Recommendations in AASLD Practice Guideline. Hepatology, 39(3).
Semarang. Dinas Kesehatan Kota. 2012. Profil Kesehatan Kota Semarang 2012. Semarang : Dinas Kota Semarang.
Sherlock S, Dooley J. 2002. Hepatitis B virus and Hepatitis Delta virus. In Disease of the Liver and Biliary System (11th ed. pp 285 – 302). London : Blackwell Scienc
World Health Organization. 2004. Hepatitis B. World Health Organization Fact Sheet. Diunduh tanggal 6 Desember 2015 dari http://who.int/mediacentre/ factsheets/ fs204/en