Vol 1 No 2 (2019): November 2019
Artikel Hasil Penelitian

Identifikasi Formalin pada Jajanan Siomay

Diterbitkan 2020-07-10

Kata Kunci

  • Identifikasi Formalin,
  • Siomay

Cara Mengutip

Kahar, F., & Rondonuwu, F. (2020). Identifikasi Formalin pada Jajanan Siomay. Jaringan Laboratorium Medis, 1(2), 66–70. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i2.5450

Abstrak

Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk, biasanya digunakan sebagai pengawet mayat. Pemberian bahan pengawet jenis formalin dilarang pada makanan, bahkan makanan yang mengandung formalin jika dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan gejala keracunan, kanker (kanker hati) yang ditimbulkan secara tidak langsung. Tujuan penelitian tentang identifikasi formalin pada Siomay secara kualitatif yaitu untuk mengetahui ada tidaknya formalin dalam Siomay yang diambil di Kelurahan Tamamaung. Dari hasil identifikasi, 4 dari 5 (80%) sampel tidak mengandung bahan pengawet jenis formalin, manfaat dari penelitian untuk melindungi masyarakat konsumen khususnya penggemar Siomay agar tetap aman dalam mengkonsumsi Siomay yang diperdagangkan di Kelurahan Tamamaung ini membuktikan bahwa adanya kesadaran pedagang dalam memproduksi makanan khususnya Siomay yang banyak digemari oleh masyarakat. Agar pemerintah atau tokoh masyarakat memberikan informasi kepada para pedagang dan pengusaha maupun konsumen terutama masyarakat umum di Kelurahan Tamamaung tentang bahaya penggunaan bahan pengawet jenis formalin, sehingga tidak menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan.

Referensi

Anonim, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III Jakarta: Departemen Kesehatan RI (hal : 259)
Anonim. 1998. Peraturan Menteri Kesehatan No.722 Tahun 1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.
Anonim, 1999. Peraturan Kesehatan Menteri RI Nomor 1168/MENKES/PER/X/1999 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.722/MENKES/PER/XI/1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.
Anonim, 2008. “Ilmu Pangan Bahan Tambahan Pangan”. www.ilmupangan.com2008
Anonim, 2009. http://putrairawan. Wordpress.com/2009/03/05/formalin/.
Abdullah. 2011. Pengawetan Pangan. UI Press. Jakarta.
Alsuhendra dan Ridawati. 2013. Bahan Toksik dalam Makanan. Rosda. Jakarta
Awang. 2006. Kesehatan Pengawet Dalam Makanan. Pusat Racun Negara. USM
Cahyadi, W. 2008. Analisis dan aspek kesehatan bahan tambahan pangan Edisi 2 Cetakan I. Jakarta : Bumi Aksara.
Desrosier. R. W, 1988. Teknologi Pengawet Pangan. Edisi III.
Efendy. 2004. Penggunaan Bahan Tambahan Makanan. Media Indonesia. Jakarta.
Hastuti, S. 2010. Analisis kualitatif dan kuantitatif formaldehid pada ikan asin di Madura..Jurnal Agrointek. Vol 4, No. 2 Agustus 2010 Hal 132-137.
Saparinto, C. 2006. “Food Additives” Amankah Bagi Kita? Kumpulan dan Gagasan Tertulis 1978 – 1981. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan. Institut Pertanian Bogor.
Saparitno, C dan Hidayati, D. (2006). Bahan tambahan pangan. Kanisius. Yogyakarta.
Wispriyono. 2006. Formalin. Penerbit Trubus Agrisarana. Surabaya.
Yayuk. K. B. 1987 “Ilmu Pangan”Universitas Indonesia. Jakarta.
Yuliarti N. 2007. Awasi bahaya dibalik lezatnya makanan. Penerbit Andi Offset : Yogyakarta.