Vol 2 No 1 (2020): Mei 2020
Artikel Hasil Penelitian

Gambaran Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali

Febry Risdhityatama Fahrurriza
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2020-05-01

Kata Kunci

  • Sumur gali,
  • Escherichia coli,
  • MPN

Cara Mengutip

Fahrurriza, F. R., & Surati, S. (2020). Gambaran Escherichia Coli Pada Air Sumur Gali. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 1–5. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i1.5273

Abstrak

Sumur gali sebagian besar masih banyak digunakan sebagai salah satu sumber air minum. Sumur ini banyak digunakan di Desa Rejosari Grobogan. Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum adalah 0 per 100 ml sampel. Keberadaan Escherichia colipada sumber air mempengaruhi kualitas air yang berdampak pada kesehatan konsumen untuk itu perlu diketahui apakah kualitas sumber air dari sumur gali memenuhi standar air minum.Mengetahui ada tidaknya bakteri Escherichia coli pada air sumur Desa Rejosari Grobogan.Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kuantitaif dengan rancangan deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 11 sampel. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa terdapat bakteri Escherichia coli pada air sumur Desa Rejosari Grobogan dengan rata-rata jumlah bakteri <1.8 per 100ml sampel.Penelitian terhadap sampel dilakukan menggunakan metode Most Probable Number (MPN).Air sumur gali Desa Rejosari Grobogan ditemukan adanya kandungan bakteri Escherichia coli dan kurang memenuhi standar baku mutu air sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017.

Referensi

  1. Agusta, R. (2013). Pemeriksaan Coliform pada Air Kolam Renang Tirtonadi Blora. Unpublished, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan, Semarang.
  2. Atlas, R.M. (2010). Handbook of Microbiological Medium 4th Edition. New York:ASM Press.
  3. Bambang, A.G., Fatimawali., Kojong, S.N. (2014). Analisis Cemaran Bakteri Coliform dan Identifikasi Escherichia Coli Pada Air Isi Ulang Dari Depot di Kota Manado.Jurnal Ilmiah Farmasi. Manado: Universitas Sam Ratulangi.
  4. Chatim, A., Surahman, S. (2010). Penuntun Praktikum Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Binarupa Aksara.
  5. Effendi, H. (2009). Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan.Yogyakarta:Kanisius.
  6. Haribi, R. (2008). Mikrobiologi Dasar 2. Semarang:Universitas Muhammadiyah Semarang
  7. Goldman, E. & Green, L. (2009). Practical Handbook of Microbiology 2nd Edition. New York:CRC Press.
  8. Leboffe, M.J. & Pierce, B.E. (2011). A Photographic Atlas for Microbiology Laboratory. USA:Morton
  9. Menteri Kesehatan RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/PER/VI/2010 tentang Syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Departemen Kesehatan RI.
  10. Raini, M., Isnawati, A., Kurniati. (2012). Kualitas Fisik dan Kimia Air PAM di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi Tahun 2009-2011. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.6 (!) :10
  11. Rizqiah, Noor. (2017). Gambaran Nilai MPN (Most Probable Number) Pada Air Sumur Bor Di Rumah Makan Jalan Yos Sudarso Kota Palangka Raya.
  12. Rumondor, P.P, Porotu’o, J, dan Waworuntu, O. (2014). Identifikasi Bakteri pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Manado. Jurnal e-Biomedik, Vol. 2, No. 2, Juli 2014.
  13. Sri Harti, A. (2015). Mikrobiologi Kesehatan Peran Mikrobiologi Dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta:ANDI.
  14. Sunarti R Novita. (2015). Uji Kualitas Air Sumur Dengan Menggunakan MetodeMPN (Most Probable Numbers).Jurnal Kesehatan Masyarakat.
  15. Suriawira, U. (2003). Mikrobiologi Air dan Dasar – Dasar Pengolahan Buangan Secara Biologis. Bandung : P.T. Alumni.
  16. Surono, I., Sudibyo, A.& Waspodo, P. (2016). Pengantar Keamanan Pangan untuk Industri Pangan. Yogyakarta: Deepublish.
  17. Sutrisno, M., Andrini, F., Maryanti, E,. (2010). Uji Bakteriologis Pada Air Minum Kantin Universitas Riau Binakarya Km 12,5 Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Tesis. Riau: Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau Bagian. Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau.