Vol 1 No 1 (2019): Mei 2019
Artikel Hasil Penelitian

Infeksi Cacing Usus Soil Transmitted Helminths Terhadap Kebiasaan Mencuci Tangan pada Siswa SD

Agnesha Lusiana Tifannov
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang

Diterbitkan 2019-05-01

Kata Kunci

  • Kebiasaan mencuci tangan,
  • infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminths.

Cara Mengutip

Tifannov, A. L. (2019). Infeksi Cacing Usus Soil Transmitted Helminths Terhadap Kebiasaan Mencuci Tangan pada Siswa SD. Jaringan Laboratorium Medis, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i1.4922

Abstrak

Infeksi cacing usus yang ditransmisikan melalui tanah (Soil Transmitted Helminths, STH) yang terdiri dari Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang, masih sering ditemukan dimasyarakat. Penyebaran infeksi cacing usus STH terjadi apabila adanya kontak dengan tanah yang terkontaminasi telur cacing, sehingga kebiasaan mencuci tangan memiliki peran dalam terjadinya infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pencemaran angka kejadian infeksi cacing usus Soil Transmitted Helminths dengan kebiasaan mencuci tangan siswa di SD Islam Taqwiyatul Wathon. Merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 feses siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon yang telah mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square Test dengan tingkat kemaknaan 95% dan α (0,05). Hasil menunjukkan 7 siswa (8%) terinfeksi dan 85 siswa (92%) tidak terinfeksi kecacingan, dengan infeksi Ascaris lumbricoides terbanyak yaitu sebanyak 4 (4%) orang siswa. Pada uji Chi-Square diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan angka kejadian infeksi kecacingan (p=0,018). Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan angka kejadian infeksi cacing usus Soil Transmitted Helminths pada siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon tahun 2018.

Referensi

  1. Alfath, Salman. (2010). Insidensi Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Siswa SDN 13 Siantan Hilir kecamatan Pontianak Timur Kotamadya Pontianak Tahun 2014. Skripsi, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  2. Departemen Kesehatan RI. (2006). Buku Pedoman Nasional Pemberantasan Penyakit Cacingan
  3. Dharma, Yudha Prasetyo. Hubungan Faktor Sosio-Ekonomi dan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Infeksi Soil Transmitted helminth (STH) dan Pemetaan Tempat TInggal Siswa terinfeksi STH Pada Siswa SDN 1 Krawangsari Natar, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung. (2016). diunduh 24 Agustus 2017 pada http://digilib.unila.ac.id/21774/3/SKRIPSI%20%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf
  4. Gandahusada,S., Herry D.I,Wita Pribadi. (1998). Parasitologi Kedokteran, Edisi ke-3. Jakarta: balai penerbit FKUI
  5. Gandahusada., Srisasi. (2002). Parasitologi Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta: FKUI
  6. Gandahusada, S., Ilahude H, Herry D, dan Pribadi, W. (2003). Parasitologi Kedokteran Edisi ke-3. Jakarta: FKUI
  7. Gandahusada, S., Ilahude, H.H., dan Pribadi, W. (2006). Parasitologi Kedokteran Edisi ke-3. Jakarta: FKUI
  8. Ghassani, Atika. Hubungan Infeksi Cacing Usus STH Dengan Kebiasaan Bermain Tanah Pada SDN 09 Pagi Paseban Tahun 2010, Skripsi, FKUI, Jakarta. (2011). dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20355046-S-Atika%20Ghassani.pdf
  9. Hadidjaja. (2002). Atlas Parasitologi Kedokteran. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
  10. Lestari, T,W. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pencegahan Siswa SDN 3 Pontianak Timur Kotamadya Pontianak tahun 2014. Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak
  11. Oktavia, Nanda. Hubungan Infeksi Cacing Usus Soil Transmitted Helminths Dengan Kebiasaan Mencuci Tangan Pada Siswa SDN 09 Pagi Paseban Tahun 2010, Skripsi, FKUI, Jakarta. (2011) diunduh pada tanggal 7 September 2017 dari http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&ved=0ahUKEwjymdzk3sPYAhUaSI8KHeP_DBUQFggmMAA&url=http%3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F20320015-S-Nanda%2520Oktavia.pdf
  12. Onggowaluyo, J.S. (2002). Parasitologi Medik I (Helmintologi). Jakarta : EGC
  13. Purnamasari, Dewi. (2017). Hubungan Higiene Dan Sanitasi Terhadap Infeksi Telur Cacing Kremi (Enteribius vermicularis) Pada Murid Kelas 1 SD Islam Taqwiyatul Wathon Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara. Karya Tulis Ilmiah. Poltekkes Semarang.
  14. Putri, Adinda Riski Purnaning. (2015). Hubungan Pencemaran Telur Soil Transmitted Helminths Di Tanah Halaman Rumah Dengan Infeksi Kecacingan Pada Anak Usia 5-12 Tahun Di RT.6 RW.5 Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan, Karya Tulis Ilmiah, Poltekkes Semarang, Semarang.
  15. Sastroasmoro, Sudigdo., Sofyan Ismael. (2010). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Edisi ke-3. Jakarta: Sagung Seto
  16. Soedarto. (1991). Helmontologi Kedokteran. Jakarta : EGC
  17. Soedarto. (2009). Pengobatan Penyakit Parasit Amubiasis Malaria, Cacing Tambang, Filariasis, dan Penyakit Parasit Lainnya. Jakarta: CV. Agung Seto
  18. Soedarto. (2011). Buku Ajar Parasitologi Kedokteran. Jakarta: CV Sagung Seto
  19. Sofiana, L. (2011). Hubungan Perilaku dengan Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak Sekolah Dasar MI Asas Islam Kalibening Salatiga. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Yogyakarta
  20. World Health Organization (WHO). Worm Disease: Guidelines For Diagnosis, Treatment, Prevention And Control. (2009). http://www.who.int/research diakses pada 19 Desember 2014
  21. Zulkoni. (2011). Parasitologi untuk Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Teknik Lingkungan. Yogyakarta: Nuha Medika