Penggunaan Minyak Kayu Putih Sebagai Agen Clearing Pengganti Xylol Pada Pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) Preparat Histologi Hepar Mencit
Diterbitkan 2026-10-01
Kata Kunci
- Clearing,
- Minyak Kayu Putih,
- Xylol,
- Histologi,
- Hematoksilin-Eosin
Cara Mengutip
Hak Cipta (c) 2026 Jaringan Laboratorium Medis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstrak
Xylol merupakan clearing agent yang umum digunakan dalam pembuatan preparat histologi, namun bersifat toksik sehingga diperlukan bahan alternatif yang lebih aman. Salah satu bahan yang berpotensi digunakan adalah minyak kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi minyak kayu putih sebagai agen clearing alternatif pengganti xylol berdasarkan kualitas preparat histologi hepar mencit (Mus musculus) pada pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilaksanakan pada Oktober 2025–Mei 2026 di PUSVETMA Surabaya, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, dan Laboratorium Sitohistoteknologi Poltekkes Kemenkes Surabaya. Sampel terdiri atas 32 preparat histologi hepar mencit yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 preparat dengan clearing menggunakan xylol dan 16 preparat dengan minyak kayu putih. Kualitas preparat dinilai berdasarkan karakteristik inti sel, sitoplasma, batas antarsel, dan keseragaman warna menggunakan sistem skor 1–3. Analisis data dilakukan melalui uji Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor kualitas preparat pada kelompok xylol sebesar 11,13, sedangkan kelompok minyak kayu putih sebesar 9,44, dengan selisih rerata sebesar 1,69 poin. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan kualitas preparat yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Minyak kayu putih mampu menghasilkan preparat histologi dalam kategori baik, meskipun kualitasnya masih lebih rendah dibandingkan xylol sebagai gold standard. Dengan demikian, minyak kayu putih berpotensi digunakan sebagai agen clearing alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Referensi
- Adiningsih, Y. R., & Nailufar, Y. (2024). Potensi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai pengganti cat hematoksilin dalam pewarnaan rutin jaringan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4), 12988–12997. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i4.35535
- Afrida, A. D., & Priyanto, D. (2021). Histologi jaringan hepar mencit (Mus musculus) yang difiksasi dengan larutan Carnoy dengan variasi waktu 4 jam, 8 jam dan 12 jam. Jurnal Laboratorium Medis, 3(1), 38–43.
- Agustin, M. (2021). Profil mikroskopis jaringan hepar mencit (Mus musculus) yang difiksasi dengan neutral buffered formalin (NBF 10%) dan larutan Helly. Jurnal Laboratorium Medis, 3(2), 90–95.
- Attaway, C. C., & Fortuna, D. (2024). Asking the PRIME questions for grossing: Teaching a framework for grossing and constructing gross descriptions using the PRIME model. Academic Pathology, 11(3), Article 100143. https://doi.org/10.1016/j.acpath.2024.100143
- Bright, O. A., Samuel, D. N., Adisa, M. A., Dorcas, O. O., Perez, Q., Melody, A. A., Kusi, M. A., Sarpong, A. O., & Senu, E. (2024). Clearing properties between coconut oil and xylene in histological tissue processing. Journal of Histochemistry & Cytochemistry, 72(4), 233–243. https://doi.org/10.1369/00221554241241369
- Cano, E. A. A., Tolentino, A. A. D. C., Sandoval, A. C. V., Santos, N. J. P., Satrain, S. D. M. S., Sulita, K. K. R., Tan, J. L., & Tugonon, T. L. D. (2025). Oil as an alternative clearing agent to xylene in histological staining process: A systematic review. Egyptian Journal of Histology, 48(2), 397–411. https://doi.org/10.21608/ejh.2024.273555.2030
- Dewi, T. M. K. (2020). Perbedaan kualitas sediaan ginjal marmut pada proses deparafinisasi menggunakan minyak kayu putih pada pewarnaan HE (Hematoxylin eosin). Karya tulis ilmiah, Universitas Muhammadiyah Semarang.
- Febriani, D. M. (2020). Gambaran sediaan jantung marmut menggunakan minyak kayu putih sebagai pengganti xylol pada proses deparafinasi. Journal of Laboratory Physicians, 12(2).
- Heryasari, A. S. (2024). Perbandingan kualitas pewarnaan Hematoxylin Eosin sediaan jaringan kolon mencit (Mus musculus) berdasarkan variasi waktu dehidrasi pada proses pematangan jaringan. Karya tulis ilmiah, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
- Ilyas, M. Y., dkk. (2024). Profil histologi pankreas pada kemanjuran ekstrak purifikasi batang galing terhadap diabetes yang diinduksi streptozotocin pada tikus model diabetes. Jurnal Informatika dan Kesehatan, 1, 98–106.
- Irfan, N., dkk. (2022). Analisis profil minyak atsiri daun kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dan produk di pasaran. Journal of Food and Pharmaceutical Sciences, 10(3), 754–762. https://doi.org/10.22146/jfps.5785
- Isah, M., dkk. (2023). Phytoconstituents and biological activities of Melaleuca cajuputi Powell: A scoping review. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 13, 10–23. https://doi.org/10.7324/JAPS.2023.130102
- Kim, M. J., dkk. (2025). Factors influencing indoor xylene concentrations and biomarkers in the general population based on the 2020–2021 KNHANES. Yonsei Medical Journal, 66(10), 703–712. https://doi.org/10.3349/ymj.2024.0456
- Naziihah, N. (2024). Perbandingan penggunaan xylol dan minyak kayu putih pada proses clearing terhadap kualitas sediaan histopatologi jaringan jantung mencit (Mus musculus). Karya tulis ilmiah, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
- Novita, I., & Yuliana, L. (2023). Perbedaan teknik dan larutan mounting preparat basah dalam pembuatan preparat awetan di laboratorium pendidikan Iswiyanti.
- Pangestu, K. W. A., dkk. (2023). Uji efektivitas antihipertensi ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum Linn.) Bali pada hewan coba mencit (Mus musculus) jantan. Jurnal Farmasi Kryonaut.
- Poernomo, A. B., dkk. (2025). Comparative analysis of mice kidney histology prepared with xylene and sunflower oil as deparaffinization agents. International Journal of Advanced Health Science and Technology, 1(1), 184–189.
- Putri, G. S. A., & Nurul, F. Z. (2025). Penggunaan minyak kelapa Mandar sebagai agen alternatif deparafinisasi pada pewarnaan rutin Hematoksilin-Eosin. Jurnal Laboratorium Medis, 7(1), 44–51.
- Rahmatiana, V. (2022). Gambaran mikroskopis sediaan jaringan ginjal mencit (Mus musculus) yang dideparafinisasi dengan minyak kayu putih 90% sebagai pengganti xylol pada pewarnaan Hematoksilin Eosin. Karya tulis ilmiah, Poltekkes Kemenkes Semarang.
- Thamilselvan, S., dkk. (2021). Cedarwood oil as an alternative to xylene as a clearing agent in histopathological tissue processing: A comparative study. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 25(2), 299–305. https://doi.org/10.4103/0973-029X.325232
- Utami, Y. P., Fahria, F., Farizal, J., Hasanuddin, A. R. P., Mayasari, D., Pangaribuan, C. M. O., Malik, N., Santoso, A. L., Liana, N., Tan, H. T. T., Nurwiyeni, Imelda Laksmi, L. I., Nurkasanah, S., & Susana, Y. (2021). Teknik dasar histopatologi. Eureka Media Aksara.
- Virgiawan, A. R., dkk. (2024). Variasi waktu fiksasi netral buffer formalin 10% terhadap hasil pewarnaan Hematoxylin Eosin pada jaringan prostat. Jurnal Media Analis Kesehatan, 15(2), 211–218.
- Wulandari, Y. P., dkk. (2022). Gambaran jaringan hati pada proses clearing menggunakan ekstrak jeruk nipis pada pewarnaan Hematoksilin Eosin. Biology Natural Resources Journal, 1(1), 46–50. https://doi.org/10.55719/binar.2022.1.1.46-50
