Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Artikel Hasil Penelitian

Perbedaan Jumlah Eritrosit Sebelum dan Sesudah Donor Darah di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang

Anggia Lestari
Universitas Muhammadiyah Kudus

Diterbitkan 2026-05-01

Kata Kunci

  • Donor Darah,
  • Eritrosit,
  • Perubahan Hematologi,
  • Pendonor Sukarela

Cara Mengutip

Anggia Lestari, & Yunita Rusidah. (2026). Perbedaan Jumlah Eritrosit Sebelum dan Sesudah Donor Darah di Rumah Sakit Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal Pemalang. Jaringan Laboratorium Medis, 8(1), 10–16. https://doi.org/10.31983/jlm.v8i1.14715

Abstrak

Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang penting dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional, namun dapat menimbulkan perubahan sementara pada parameter hematologi, termasuk jumlah eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan 60 menit sesudah donor darah pada pendonor sukarela. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 39 pendonor sukarela yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan jumlah eritrosit dilakukan menggunakan hematology analyzer otomatis sebelum dan 60 menit setelah donor darah. Analisis data diawali dengan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji homogenitas, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05), sehingga dilanjutkan dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah eritrosit sebelum donor sebesar 4,71 ± 0,49 juta/µL dan menurun menjadi 4,46 ± 0,51 juta/µL pada 60 menit sesudah donor. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah eritrosit sebelum dan sesudah donor darah (p < 0,001). Disimpulkan bahwa donor darah menyebabkan penurunan jumlah eritrosit secara signifikan dalam satu jam pertama pascadonor sebagai respons fisiologis akut terhadap kehilangan darah. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi hematologis serta pemberian edukasi kepada pendonor terkait pemulihan pascadonor.

crossmark_color_horizontal5.jpg

Referensi

  1. Bidayah, H. F., Triyono, T., Fichou, Y., Pratiwi, R., Nurpratami, D., & Sofro, A. S. (2024). Distribution of ABO and D antigen expression in Yogyakarta, Java Island: A pioneer large-scale study in Indonesia. BMC Research Notes, 17(1), 273. https://doi.org/10.1186/s13104-024-06914-5
  2. Cable, R. G., Glynn, S. A., Kiss, J. E., Mast, A. E., Steele, W. R., Murphy, E. L., & NHLBI Retrovirus Epidemiology Donor Study-II (REDS-II). (2012). Iron deficiency in blood donors: Analysis of enrollment data from the REDS-II donor iron status evaluation (RISE) study. Transfusion, 52(4), 702–711. https://doi.org/10.1111/j.1537-2995.2011.03401.x
  3. Danarsih, D. E., & Praptana, P. (2024). Hubungan indeks massa tubuh, hemoglobin, dan hematokrit pendonor dengan kualitas darah. Jurnal Kesehatan Amanah, 9(2). https://doi.org/10.57214/jka.v9i2.946
  4. Descia, A., Purnamaningsih, N., & Mumpuni, N. (2023). Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklayakan Calon Pendonor Darah Di Udd Pmi Kabupaten Banyumas Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 3916–3923. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.16767
  5. Diaz, Y., Astuti, Y., & Kusuma, R. M. (2022). Gambaran status gizi pendonor darah sukarela di UDD PMI Kabupaten Banyumas tahun 2022. Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, 4(2), 1–11.
  6. Diniarti, F., & Zuli, W. (2025). Aksi Donor Darah Sebagai Implementasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Edukasi di PMI Provinsi Bengkulu. Jurnal Dehasen Untuk Negeri, 4(1), 25–30. https://doi.org/10.37676/jdun.v4i1.7614
  7. Hall, J. E. (2020). Guyton and Hall physiology review (4th ed.). Elsevier.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
  9. Mast, A. E., Szabo, A., Stone, M., Cable, R. G., Spencer, B. R., Kiss, J. E., & for the NHLBI Recipient Epidemiology Donor Evaluation Study (REDS)‐III. (2020). The benefits of iron supplementation following blood donation vary with baseline iron status. American Journal of Hematology, 95(7), 784–791. https://doi.org/10.1002/ajh.25800
  10. Meurrens, J., Steiner, T., Ponette, J., Janssen, H. A., Ramaekers, M., Wehrlin, J. P., Vandekerckhove, P., & Deldicque, L. (2016). Effect of Repeated Whole Blood Donations on Aerobic Capacity and Hemoglobin Mass in Moderately Trained Male Subjects: A Randomized Controlled Trial. Sports Medicine - Open, 2(1). https://doi.org/10.1186/s40798-016-0067-7.
  11. Nugraha, A. T. S., & Hadiati, S. (2025). Perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah donor darah di PMI Kabupaten Pemalang. Jurnal Medika Husada, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.62383/demokrasi.v5i1.95
  12. Ratnawati, R. (2017). Strategi kampanye public relations dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan donor darah pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar [Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar]. In Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. http://repositori.uinalauddin.ac.id/11004/
  13. Saputro, A. A., & Mawati, A. (2020). Perbedaan Kadar Hemoglobin Sebelum Dan Sesudah Donor Darah Pada Wanita Pekerja Pabrik Rokok Djarum di Kudus. Jurnal Medika Indonesia, 1(2), 8–9. https://doi.org/i.org/10.26751/.v1i2.1110
  14. Sari, R. P., Lestari, D., & Handayani, S. (2021). Gambaran kadar hemoglobin dan hematokrit pada pendonor darah sukarela di Unit Transfusi Darah PMI Kota Semarang. Jurnal Analis Kesehatan, 10(2), 85–90.
  15. Situmorang, P. R., Sihotang, W. Y., & Novitarum, L. (2020). Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelayakan donor darah di STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2019. Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS), 7(2), 122–129.
  16. Tuan, V. P., Anh, S. D., Van, P. H., & Sy, T. A. B. (2024). Iron supplementation post-blood donation in Vietnam: Impact on hemoglobin, red cell indices, and iron reserves. Romanian Medical Journal, 71(3), 225–229. https://doi.org/10.37897/RMJ.2024.3.
  17. Wachsmuth, N. B., Haupt, S., Bauer, P., Schierbauer, J. R., Treff, G., Steinacker, J. M., Rilstone, S., & Schmidt, W. F. J. (2024). Impact of a single blood donation on hemoglobin mass, iron stores, and maximum oxygen uptake in pre‐menopausal women—A pilot study. Transfusion, 64(8), 1481–1491. https://doi.org/10.1111/trf.17917
  18. World Health Organization. (2023). Blood donor selection: Guidelines on assessing donor suitability for blood donation. WHO.
  19. Widiar, R. P., Suryani, & Wahyuni, D. T. (2025). Upaya Optimalisasi Kesehatan Tubuh Pasca Donor Darah:Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Edukasi dan Pemantauan. Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat, 3(4), 85–86. https://doi.org/10.61722/japm.v3i4.5227
  20. Yulianti, Rahayu, T., & Pertiwi, K. R. (2015). Hubungan Konsumsi Protein Dan Zat Besi Dengan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Sains Dasar, 49- 54. https://doi.org/10.21831/jsd.v4i1.8441