Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Artikel Hasil Penelitian

Perbandingan Kadar Natrium Serum pada Pasien Gagal Ginjal dan Non-Gagal Ginjal Menggunakan Elektrolit Analyzer Cornley

Nurul Siamtryningsih
Universitas Muhammadiyah Kudus

Diterbitkan 2026-05-01

Kata Kunci

  • Natrium,
  • Gagal Ginjal,
  • Non-Gagal Ginjal,
  • Elektrolit

Cara Mengutip

Nurul Siamtryningsih, Yayuk Mundriyastutik, & Arief Adi Saputro. (2026). Perbandingan Kadar Natrium Serum pada Pasien Gagal Ginjal dan Non-Gagal Ginjal Menggunakan Elektrolit Analyzer Cornley. Jaringan Laboratorium Medis, 8(1), 17–21. https://doi.org/10.31983/jlm.v8i1.14602

Abstrak

Gagal Ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal dalam menyaring darah, serta mempertahankan keseimbangan elektrolit, khususnya natrium yang berperan penting dalam pengaturan cairan tubuh dan aktivitas neuromuskular. Ketidakseimbangan natrium, seperti hiponatremia, sering terjadi pada pasien gagal ginjal karena gangguan ekskresi, yang mengakibatkan meningkatkan risiko komplikasi neurologis dan kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar natrium serum pasien gagal ginjal dan non-gagal ginjal dengan menggunakan Elektrolit Analyzer Cornley. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dengan sampel acak sebanyak 88 responden (44 pasien gagal ginjal dan 44 pasien non-gagal ginjal) di Rumah Sakit Islam Al-Ikhlas Pemalang, tanpa mempertimbangkan jenis kelamin, rentang usia 18-70 tahun. Pengukuran kadar natrium dilakukan melalui teknik ion-selective electrode (ISE). Analisis data meliputi univariat (statistik deskriptif dan uji normalitas Shapiro-Wilk) serta bivariat (uji Mann-Whitney U) pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil penelitian mnunjukan median kadar natrium pasien gagal ginjal sebesar 134,5 mmol/L (IQR=9), mengindikasikan kecenderungan hiponatremia, sedangkan pasien non-gagal ginjal memiliki rerata 137,58 mmol/L (SD=6,70). Uji statistik mununjukan perbedaan signifikan (p=0,014), dengan kadar natrium yang lebih tinggi pada kelompok non-gagal ginjal. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan signifikan kadar natrium serum antara kedua kelompok, di mana pasien gagal ginjal lebih rentan terhadap hiponatremia, sehingga diperlukan pemantauan elektrolit rutin serta penelolaan diet rendah natrium.

crossmark_color_horizontal5.jpg

Referensi

  1. Adelia, C. (2023). Gambaran Kadar Elektrolit Pada Pasien Gagal Ginjal Di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Jombang. Jurnal ilmiah.
  2. Bintang, R. (2023). Hubungan Laju Filtrasi Glomerulus Terhadap Intesitas Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal. Jurnal ilmiah.
  3. Carmenita; Budi, riyanto, W. (2023). Efek Neurologis Hiponatremia Infeksi Dengue Sekunder : Diagnosis , dan Implikasi Klinis. Jurnal ilmiah, 490–495.
  4. Chen, L., Wang, W., & Wang, G. (2021). Electrochemical Detection of Electrolytes Using a Solid-State Ion-Selective Electrode of Single-Piece Type Membrane. Jurnal ilmiah.
  5. dr. Imam, M. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. 2021.
  6. Ferdiani, D., Ratih, P., & Sya, H. (2023). Phlebotomi Dan Persiapan Sampel.
  7. Gina, M. (2021). Perbandingan Kadar Natrium, Kalium Klorida Pre dan Post Hemodialisis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Jurnal ilmiah.
  8. Guideline, C. P., & Disease, C. K. (2024). Clinical Practice Guideline For The Evaluation And Managemen. Jurnal ilmiah, 105(4).
  9. Harsismanto, Rifa’i, & Anggraini, T. (2019). Pelaksanaan Pembatasan Asupan Cairan Dan Natrium Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Dr. M Yunus Bengkulu. Jurnal ilmiah, 18–26. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28610.22726
  10. Irwadi, D., Wahid, R. S. A., Marsudi, L. O., & Pasti, I. F. (2024). Analisis Hasil Quality Control Pemeriksaan Natrium, Kalium dan Klorida. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo, 4(1), 37–44. https://doi.org/10.35728/jutelmo.v4i1.1520
  11. James, G. (2021). Serum potassium variability as a predictor of clinical outcomes in patients with cardiorenal disease or diabetes: a retrospective UK database study. https://share.google/uaAjiTnzo1YfbJaA1
  12. Kusumajaya, & F. A. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pasien gagal giinjal kkronis. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 109–120.
  13. Nadiya, F. (2023). Hubungan Natrium dan Hemoglobin Dengan Glomerulus Filtration Rate (GFR) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. Jurnal ilmiah, 15, 439–450.
  14. Polit, D.F.,& Beck, C. . (2017). Nursing Research.
  15. Sahang, S. W., & Rahmawati. (2018). Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tn. H Dengan Gagal Ginjal Kronik Dalam Pemenuhan Kebutuhan Cairan Dan Elektrolit Di RSUD Labuang Baji Makasar. Jurnal Kesehatan, 09(02), 113–123.
  16. Satria Pratama, A., Pragholapati, A., & Nurrohman, I. (2020). Mekanisme Koping Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di Unit Hemodialisa Rsud Bandung. Jurnal Smart Keperawatan. https://doi.org/10.34310/jskp.v7i1.470
  17. Sugiyono. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Nomor April 2023).
  18. Tanjung, N. F. (2023). Hubungan Natrium Dan Hemoglobin Dengan Glomerulus Filtration Rate (GFR) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. https://share.google/Z9zwR7fF6eSR5puko
  19. Waruwu, M., Pendidikan, M. A., Kristen, U., & Wacana, S. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan : Metode Penelitian Kualitatif , Metode Penelitian Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi ( Mixed Method ). Jurnal ilmiah, 7, 2896–2910.
  20. Winda, R. (2018). Gambaran Peggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Ggal Ginjal Kronik Di RSUD Dr.M. Ashari Pemalang. Jurnal ilmiah.