Hubungan Antara Higienitas Helm dengan Pertumbuhan Jamur Dermatofita pada Helm Pengemudi Ojek di Kawasan Wisata Religi
Diterbitkan 2026-05-01
Kata Kunci
- Higienitas Helm,
- Dermatofita,
- Pengemudi Ojek Wisata Religi
Cara Mengutip
Hak Cipta (c) 2026 Jaringan Laboratorium Medis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstrak
Infeksi jamur dermatofita merupakan salah satu penyakit kulit menular yang sering terjadi di masyarakat, terutama pada kulit kepala, rambut, dan kuku. Penularan dapat terjadi secara tidak langsung melalui benda salah satunya adalah helm. Pengemudi ojek di kawasan wisata berisiko tinggi terhadap kontaminasi jamur karena penggunaan helm yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat higienitas helm dengan pertumbuhan jamur dermatofita pada helm pengemudi ojek di kawasan wisata religi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 37 pengemudi ojek dipilih dengan teknik purposive sampling. Data higienitas helm diperoleh melalui kuesioner didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki higienitas baik (78,4%) dan higienitas tidak baik 8 responden (21,6%). Hasil pertumbuhan jamur dermatofita diuji dengan kultur pada media SDA didapatkan mayoritas sampel negatif sebanyak 30 responden (81,1%) dan 7 sampel positif dermatofita (18,9%) berasal dari genus Microsporum sp. dan Trichophyton sp. dengan menggunakan pewarnaan LPCB. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara higienitas helm dengan pertumbuhan jamur dermatofita (p < 0,001) dengan nilai odds ratio sebesar 84,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa higienitas helm tidak baik dapat meningkatkan terjadinya resiko kontaminasi jamur dermatofita penyebab tinea kapitis pada pengemudi ojek wisata religi.
Referensi
- Al Imroni, M. F. (2023). Gambaran Jamur Dermatofita Pada Helm Ojol di Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berdasarkan lama pemakaian tahun 2023. Politeknik Kesehatan Tanjung Karang.
- Asror, M. S., & Afandi, J. (2025). Analisis Praktik Ojek Wisata Ditinjau dari Transaksi Ekonomi Islam ( Studi Kasus Paguyuban Ojek Menara Kudus ). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Kudus, 3(1), 97–111.
- Hakim, dinda M., & Hartati, E. (2023). Tingkat Kemandirian Lansia Terhadap Perilaku Personal Hygiene. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 3053–3059. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7757
- Hidayat, R. (2018). Hubungan Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Dengan Kejadian Penyakit Dermatofitosis Di Desa Lereng Wilayah Kerja Puskesmas Kuok. Jurnal Ners, 2(1), 86–94.
- Husna, R. suci. (2020). Gambaran Keberadaan Jamur Dermatophyta Pada Helm Driver Ojek Online Di Kota Palembang Tahun 2020. Politekkes Kemenkes Palembang.
- Indra Jati, N. O., Dini Harlita, T., & Azahra, S. (2025). Gambaran Dermatofita Penyebab Tinea Pedis Pada Pekerja Bangunan Di Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(1), 221–229.
- Karmelawaty, S. (2024). Hubungan Lama Penyimpanan, Suhu dan Kelembapan Terhadap Dermatophyta Pada Pakaian Thrift Yang Beredar Di Pasar Way Halim Kota Bandar Lampung. Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang.
- Kruithoff, C., Gamal, A., McCormick, T. S., & Ghannoum, M. A. (2023). Dermatophyte Infections Worldwide Increase in Incidence and Associated Antifungal Resistance. Life Journal, 14(1), 1–13.
- Muchibbin, A., Pramistya, S. A., & Ain, N. (2025). Dampak Wisata Religi Masjid Raya Syeikh Zayed Solo Terhadap Pertumbuhan UMKM Sekitar: Analisis Ekonomi Lokal Berbasis Pariwisata Syariah. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 2184–2190.
- Mulyati, M., Zuraida, Winita, R., & Novita, N. A. (2023). Deteksi Jamur Dermatophyta pada Helm Driver Ojek Online di Kecamatan Ciracas. Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 9(1), 55–64.
- Nasution, N. S., Muthmainah, N., Heriyani, F., Savitri, D., & Budiarti, L. Y. (2023). Hubungan Hygiene Perorangan dan Penggunaan Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Dermatofitosis. Homeostasis, 7(3), 535–542.
- Rachmawati, F., Nursidika, P., & Fitrianingsih, P. (2022). Identifikasi jamur Trichophyton sp. penyebab Tinea Unguium pada petani. Saintek, 27(2), 112–118.
- Salsabila, R., Fitri, E. Y., & Maulida, M. N. (2025). Knowledge, Attitude, And Willingness To Perform Basic Life Support Among Online Motorcycle Taxi Drivers. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(1), 703–714. https://doi.org/https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i1.4063.
- Suryani, Y., Taupiqurrahman, O., & Kulsum, Y. (2020). Mikologi (1st ed.). PT Freeline Cipta Granesia.
- Widia. (2023). Identifikasi Jamur Dermatophyta Pada Helm Penumpang Ojek Online Di Samarinda Seberang. Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
