Vol 8 No 1 (2026): May 2026
Artikel Hasil Penelitian

Optimasi Variasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat dalam Penanganan Sampel Ikterik pada Pemeriksaan Kadar Asam Urat Metode Uricase

Sulthan Abyan Surya Durachman
Poltekkes Kemenkes Bandung

Diterbitkan 2026-05-01

Kata Kunci

  • Ikterik,
  • Asam Urat,
  • Pra-Analitik,
  • Asam Trikloroasetat (TCA)

Cara Mengutip

Surya Durachman, S. A., Riyani, A., Kanto, D. A. R., & Nurhayati, D. (2026). Optimasi Variasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat dalam Penanganan Sampel Ikterik pada Pemeriksaan Kadar Asam Urat Metode Uricase. Jaringan Laboratorium Medis, 8(1), 49–56. https://doi.org/10.31983/jlm.v8i1.14414

Abstrak

Pemeriksaan asam urat metode uricase dapat mengalami gangguan akibat bilirubin dalam serum ikterik. Bilirubin menyerap cahaya pada panjang gelombang serupa dengan produk reaksi uricase, sehingga dapat menyebabkan hasil asam urat tampak lebih tinggi dari yang sebenarnya. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penanganan pra-analitik yang tepat dengan salah satunya penambahan asam trikloroasetat (TCA). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar asam urat sebelum dan sesudah penambahan TCA pada serum ikterik serta menentukan konsentrasi optimal TCA untuk mengurangi gangguan bilirubin dalam pemeriksaan asam urat. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan menggunakan pooled sera yang ditambah empedu ikan lele, dengan kadar bilirubin 2,13; 2,83; dan 3,96 mg/dL. Setiap sampel diberi perlakuan TCA pada konsentrasi 4%, 5%, dan 6%. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan menggunakan metode uricase dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan Post Hoc. Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat seiring meningkatnya konsentrasi TCA. Konsentrasi TCA 6% memberikan penurunan kadar paling signifikan, namun TCA 5% pada kadar bilirubin 2,83 mg/dL tidak menunjukkan perbedaan bermakna dibanding pooled sera normal (p > 0,05), yang menunjukkan bahwa TCA 5% merupakan konsentrasi optimal dalam penanganan sampel ikterik pada pemeriksaan asam urat.

crossmark_color_horizontal5.jpg

 

Referensi

  1. BIOLABO. (2022). Uric Acid Uricase method.
  2. Christopher-John, L., & Andrew, C. (2016). Serum Indices: Managing Assay Interference. Sage Journals, 53(5), 527–538.
  3. Contois, J. H., & Nguyen, R. A. (2012). A Need for Increased Understanding and Testing. Germany: Diagnostic System.
  4. Ermiyanti, Arniat, C., & Rahmi, N. (2022). Perbandingan Kadar Asam Urat Antara Metode POCT Dan Enzimatik. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 13(2), 98–106.
  5. Isselbacher, K. J., Braunwald, E., Wilson, J. D., Martin, J. B., Fauci, A. S., & Kasper, D. L. (1995). Harrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam (13th ed., Vol. 1). Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  6. Lolekha, P. H., Jaruthunyaluck, S., & Srisawasdi, P. (2001). Deproteinization of serum: Another best approach to eliminate all forms of bilirubin interference on serum creatinine by the kinetic Jaffe reaction. Journal of Clinical Laboratory Analysis, 15(3), 116–121. https://doi.org/10.1002/jcla.1013
  7. Mengko, R. (2013). Instrumen Laboratorium Klinik. ITB.
  8. Mustakin, F., & Tahir, M. M. (2019). Analisis Kandungan Glikogen pada Hati, Otot, dan Otak Hewan (Analysis Of Glicogen Content On Heart, Muscle, And Animal Brain). 2(2). https://doi.org/10.20956/canrea.v2i2.xxx
  9. Nicolay, A., Lorec, A., Gomez, G., & Portugal, H. (2018). Icteric human samples: Icterus index and method of estimating an interference‐free value for 16 biochemical analyses. Journal of Clinical Laboratory Analysis, 32(2). https://doi.org/10.1002/jcla.22229
  10. Parmar, V., Sanghani, H., & Khubchandani, A. (2020). Use of deproteinizer to eliminate interference of high bilirubin on measurement of serum creatinine by the kinetic jaffe reaction. International Journal of Clinical Biochemistry and Research, 5(2), 226–229. https://doi.org/10.18231/2394-6377.2018.0047
  11. Prasad, P., Kumar, R., & Kumari, R. (2019). Pre-analytical errors in clinical chemistry laboratory of a tertiary care hospital. International Journal of Research in Medical Sciences, 7(10), 3815. https://doi.org/10.18203/2320-6012.ijrms20194315
  12. Rajalingam, D., Loftis, C., Xu, J. J., & Kumar, T. K. S. (2009). Trichloroacetic acid-induced protein precipitation involves the reversible association of a stable partially structured intermediate. Protein Science : A Publication of the Protein Society, 18(5), 980–993. https://doi.org/10.1002/pro.108
  13. Siregar, Tuntun, M., Wulan, W. S., Setiawan, D., & Nuryati, A. (2018). Kendali Mutu. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
  14. Sukorini, U., Nugroho, D. K., & Rizki, M. (2010). Pemantapan Mutu Internal Laboratorium Klinik. Alfamedia.
  15. Suprayogi. (2017). Spektrofotometri. MRK Diagnostics.
  16. Urbaningrum, V., Vivin, Karlina Hale, L., Setiawati, L., Maldini, Lillah, L., Akhir, M. H., & Salpa. (2023). Pemeriksaan Kadar Asam Urat di Dusun III Desa Daenggune Kec.Kinovaro. EJOIN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 1(4), 300–303.
  17. Veena, A., Kulkarni, R., Cherian, S., Pillai, R., & Shivali, M. (2009). Hyperbilirubinemia in normal healthy donors. Asian Journal of Transfusion Science, 3(2), 70–72.
  18. Weber, J., & Van Zanten, A. (1991). InIterferences in Current Methods for Measurements of Creatinine. Clinical Chemistry, 37(5), 695–700.
  19. Widjaya, A. (2016). Pemeriksaan Kadar Kolesterol Total Pada Serum Ikterik Yang Diolah Dengan Variasi Konsentrasi Asam Trikloroasetat. Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih Bandung.