Gambaran Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths dari Sediaan Feses dan Kuku dengan Metode Flotasi pada Pengangkut Sampah di TPS 3R Padangsambian
Diterbitkan 2025-11-01
Kata Kunci
- Feces,
- Flotation Method,
- Nail,
- Soil-Transmitted Helminths,
- Waste Collectors
Cara Mengutip
Hak Cipta (c) 2025 Jaringan Laboratorium Medis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstrak
Kecacingan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit ke dalam tubuh manusia. Penularannya dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi serta infiltrasi kulit dengan tanah sebagai media perantaranya. Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan kelompok parasit cacing yang ditularkan melalui tanah dan dapat menyebabkan infeksi terutama pada kelompok masyarakat dengan kebersihan yang rendah, termasuk petugas pengangkut sampah. Diagnosis infeksi STH umumnya dilakukan melalui pemeriksaan feses, namun telur cacing juga dapat ditemukan pada kuku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan telur cacing STH dari sediaan feses dan kuku dengan metode flotasi pada petugas pengangkut sampah. Sampel diambil secara purposive sampling dari petugas pengangkut sampah di TPS 3R Padangsambian. Pengambilan sampel didasarkan atas kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Analisa data dilakukan secara desriptif dan hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk tabel serta dijabarkan secara naratif dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel penelitian. Jumlah responden yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 11 orang. Spesimen feses dan kuku diperiksa menggunakan metode flotasi di Laboratorium Parasitologi dan Mikologi STIKES Wira Medika Bali. Diperoleh hasil persentase positif infeksi telur cacing Soil Transmitted Helminths pada sediaan feses sebanyak 6 sampel (54,6%), dan persentase negatif sebanyak 5 sampel (45,5%). Pada sediaan kuku didapatkan hasil positif sebanyak 1 smpel (9,1%), dan hasil negatif sebanyak 10 sampel (90,9%). Jenis telur cacing yang ditemukan meliputi Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiuria. Pemeriksaan telur cacing pada feses lebih efektif dibandingkan kuku, namun pemeriksaan kuku juga dapat digunakan sebagai metode deteksi tambahan pada individu yang berisiko tinggi terpapar telur cacing.
Referensi
- Aritonang, B. N. R. S. (2019). Hubungan Personal Higiene Dengan Penyakit Cacing (Soil Transmitted Helminth) Pada Petani Sayur Kartama Kota Pekanbaru. Jurnal Sains Dan Teknologi Laboratorium Medik, 4(2), 39–43. https://doi.org/10.52071/jstlm.v4i2.53
- Bedah, S., & Syafitri, A. (2018). Infeksi Kecacingan Pada Anak Usia 8-14 Tahun Di Rw 007 Tanjung Lengkong Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 20–31. https://doi.org/10.37012/jik.v10i1.13
- Idayani, S., & Putri, N. L. N. D. D. (2022). Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminths Pada Kuku Anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 13(01), 1–9. https://doi.org/10.34305/jikbh.v13i1.401
- Idayani, S., & Putri, N. L. N. D. D. (2024). Perbedaan Penanganan Spesimen Feses dengan Penambahan Etanol Berbagai Konsentrasi Terhadap Kualitas Telur Cacing. Health Science Journal, 6(2), 354–362. https://doi.org/10.34305/jikbh.v15i02.1293
- Isyafa, F. R., Mahtuti, E. Y., & Faisal. (2023). Pemeriksaan Soil Transmitted Helmints (STH) Pada Feses Petugas Pengangkut Sampah Di Desa Tawangsari Kabupaten Malang. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(4), 152–164. https://doi.org/10.55606/innovation.v1i4.1867
- Jannah, R. M., & Haryatmi, D. (2023). Identifikasi Soil Transmitted Helminth (Sth) Pada Petugas Sampah Di Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan. 5(2), 26–31.
- Ketrina, K., & Nailufar, Y. (2024). Identifikasi Infeksi Soil Transmitted Helminths ( Sth ) Pada Kuku Tangan Petugas Sampah Alun-Alun Kidul Yogyakarta. 5(September), 7500–7510.
- Komalasari, D., Nurhidayanti, & Sari, I. (2024). Perbedaan Hasil Mikroskopis Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (STH) Menggunakan Nacl Jenuh Dan Sodium Nitrat Metode Flotasi. 2(1), 120–127.
- Lutur, N., Hartati, & Sulfiani. (2024). Deteksi Telur Cacing (Sth) Pada Feses Pemulung Yang Tinggal Di Tpa Tamangapa Antang. 6(2), 1–7.
- Manurung, R. N. M., Farihi, M. I., & Risnawati. (2023). Gambaran Telur Soil Transmitted Hilminth (STH) Pada Kuku Pemulung Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir Basirih Banjarmasin. JEMPOL : Jurnal Elektronik Mahasiswa Polanka, 1(1), 8–14. https://doi.org/10.52674/jmpl.v1i1.81
- Nasrul, N., Arimaswati, A., & Alifariki, L. O. (2020). Kejadian Kecacingan Pada Petugas Pengangkut Sampah Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 28–38. https://doi.org/10.37012/jik.v12i1.131
- Rafika, Alang, H., & Hartini. (2020). Edukasi Cuci Tangan dan Pemeriksaan Telur Cacing Pada Kuku Tangan Siswa SD Inpres Pampang 1 Makassar. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 15–22. https://doi.org/10.33860/pjpm.v1i1.71
- Rosdarni, Saafi, L. O., H., F., & Karim. (2020). Perbedaan Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminthes Dari Sampel Kuku Dan Tinja Pada Pekerja Tambangdi Pt. Indonesia Morowali Industrial Park (Imip). 4(2), 131–138.
- Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan Populasi dan Sampel : Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. 9, 2721–2731.
- WHO. (2020). 2030 Targets for Soil-Transmitted Hekminths Control Programmers. https://www.who.int/publications/i/item/9789240000315.
- Widiastuti, & Rahmah, L. (2024). Identifikasi Telur Cacing Soil Transmitted Helminth ( STH ) pada Kuku Petani Wanita di Desa Sukamandi Hilir Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. 4, 222–233.
