Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga STIKES Wira Medika Bali
Diterbitkan 2025-10-27
Kata Kunci
- Indeks Massa Tubuh ,
- Kadar Gula Darah Sewaktu ,
- Sindrom Metabolik
Cara Mengutip
Hak Cipta (c) 2025 Jaringan Laboratorium Medis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstrak
Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan parameter sederhana yang digunakan untuk menilai status gizi seseorang, baik kekurangan maupun kelebihan berat badan. Status gizi berlebih sering dikaitkan dengan risiko peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yang dapat berkembang menjadi sindrom metabolik. Kondisi ini semakin banyak ditemukan pada usia remaja dan dewasa muda yang memiliki pola hidup kurang sehat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada mahasiswa reguler DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKES Wira Medika Bali. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu berusia 15–24 tahun, tidak mengonsumsi obat yang memengaruhi kadar gula darah, dan bersedia menjadi responden. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan, kemudian dikategorikan menjadi underweight, normal, overweight, obesitas I, dan obesitas II. Pemeriksaan GDS dilakukan menggunakan darah kapiler dengan bantuan glukometer. Analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan distribusi IMT responden adalah underweight 13,3%, normal 40,0%, overweight 13,3%, obesitas I 23,4%, dan obesitas II 10,0%. Seluruh responden memiliki kadar glukosa darah sewaktu <200 mg/dL, sehingga masih berada pada kategori normal. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,996 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan GDS pada mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa IMT tidak terbukti berhubungan langsung dengan kadar glukosa darah sewaktu. Walaupun demikian, pengendalian berat badan tetap diperlukan sebagai upaya pencegahan jangka panjang terhadap sindrom metabolik dan penyakit tidak menular lain yang berkaitan dengan obesitas.
Referensi
- Adriana, J., Prihantini, N. N., & Raizza, F. D. (2018). Hubungan Glukosa Darah Sewaktu dengan Indeks Massa Tubuh pada Usia Produktif. Jurnal Ilmiah, 5(1), 1–4. http://repository.uki.ac.id/id/eprint/1711
- Harahap, A. M., Ariati, A., & Siregar, Z. A. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 19(2), 81–86. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v19i2.44
- Hendra, C., Manampiring, A. E., & Budiarso, F. (2016). Faktor-Faktor Risiko Terhadap Obesitas Pada Remaja Di Kota Bitung. Jurnal E-Biomedik, 4(1), 2–6. https://doi.org/10.35790/ebm.4.1.2016.11040
- Kodir, Margiyati, Nada, S., & Pratiwi, R. (2019). Hubungan IMT dengan Kadar Gula Darah pada Lansia di Posyandu Sabar Narimo Dusun Lempuyangan Desa Gebugan Kecematan Bergas Kabupaten Semarang. Jurnal Sisthana, 4(2), 35–37.
- Lasabuda, T., Wowor, P. M., & Mewo, Y. (2015). Gambaran Indeks Massa Tubuh (Imt) Jamaah Mesjid Al- Fatah Malalayang. Jurnal E-Biomedik, 3(3), 9–12. https://doi.org/10.35790/ebm.3.3.2015.10146
- Lee, N., adah, R., & Wijayanti, E. (2023). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah pada Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara. Junior Medical Journal, 2(3), 343–349.
- Nababan, A. S. V., Pinem, M. M., Mini, Y., & Purba, T. H. (2020). Faktor Yang Memengaruhi Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe II. Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 23–31. https://ejournal.helvetia.ac.id/jdg
- Nugroho, P. S., & Hikmah, A. U. R. (2020). Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Frekuensi Makan Terhadap Obesitas. Jurnal Dunia Kesmas, 9(2), 185–191. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i2.3004
- Nurzakiah, Hadju, V., Jafar, N., Indriasari, R., Sirajuddin, S., Amiruddin, & Ridwan. (2021). Literatur Review : Pengaruh Pola Makan Terhadap Sindrom Metabolik. Jurnal Kajian Dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, 1(2), 215–224.
- Permatasari, S. I., & Ayu, M. S. (2024). Analisis Perbedaan Kadar Gula Darah Pada Penderita Dm Tipe 2 Dengan Imt Di Puskesmas Amplas. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 7(2), 67–75. https://doi.org/10.30743/stm.v7i2.592
- Pratiwi, S., Prihandhani, I. S., & Pradiptha, I. D. G. A. F. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan, 5(2). https://doi.org/10.35728/jmkik.v5i2.106
- Puryanti, N. M., Ilmi, I. M. B., & Maryusman, T. (2021). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Imt Dengan Sindrom Metabolik Pada Pegawai Perusahaan Tambang. Indonesian Journal of Health Development, 3(1), 193–200. https://doi.org/10.52021/ijhd.v3i1.83
- Siregar, S. R. M., & Boy, E. (2022). Faktor Risiko pada Pasien Dislipidemia. Jurnal Implementa Husada, 3(4), 230. https://doi.org/10.30596/jih.v3i4.12241
- Soleha, T. U., & Bimandama, M. A. (2016). Hubungan Sindrom Metabolik dengan Penyakit Kardiovaskular. Jurnal Majority, 5(2), 49–55. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1077
- Suryanti, S. D., Raras, A. T., Dini, C. Y., & Ciptaningsih, A. H. (2019). Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(2), 86–90.
- Susanti, A. M., Cholifah, S., & Sari, R. P. (2021). Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Hiperglikemia. Nusantara Hasana Journal, 1(3), 96–102.
- Tiara, U. I. (2020). Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(2), 167–171. https://doi.org/10.35893/jhsp.v2i2.51
- Wahyuni, T., Nauli, A., Tubarad, G. D. T., Hastuti, M. S., Utami, M. D., & Sari, T. P. (2021). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF), 2(2), 88. https://doi.org/10.24853/mjnf.2.2.88-94
- Wikandari, R. J., & Purlinda, D. E. (2023). Sosialisasi dan Skrining Sindrom Metabolik melalui Pengukuran IMT, Tekanan Darah, serta Pemeriksaan Glukosa Darah pada Orang Dewasa di Masa Pandemi Covid-19. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 634–641. https://doi.org/10.33860/pjpm.v4i3.1859
- Yulistianingsih, A., & Firdaus, A. N. T. (2023). Hubungan Asupan Antioksidan dengan Kejadian Sindrom Metabolik Remaja Obesitas Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Jurnal Ners, 7(1), 412–419. https://doi.org/10.31004/jn.v7i1.13227
