Vol 7 No 2 (2025): November 2025
Artikel Hasil Penelitian

Efektivitas Masa Penyimpanan Filtrat Daun Jati (Tectona grandis) terhadap Kualitas Pewarna Preparat Telur STH (Soil Transmitted Helminth)

Diterbitkan 2025-10-23

Kata Kunci

  • Filtrat Daun Jati ,
  • Telur STH ,
  • Antosianin,
  • Pewarna Alami,
  • Masa Penyimpanan ,
  • Ascaris lumbricoides
  • ...Selengkapnya
    Sembunyikan

Cara Mengutip

Rahmadhani, A. G., Afrianti, D., & Priyatno, D. (2025). Efektivitas Masa Penyimpanan Filtrat Daun Jati (Tectona grandis) terhadap Kualitas Pewarna Preparat Telur STH (Soil Transmitted Helminth). Jaringan Laboratorium Medis, 7(2), 108–118. https://doi.org/10.31983/jlm.v7i2.13018

Abstrak

Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) seperti Ascaris lumbricoides masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia sehingga perlu pemeriksaan feses mikroskopis dengan pewarna berkualitas. Pewarna eosin sering digunakan tetapi berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Antosianin pada filtrat daun jati (Tectona grandis) dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Stabilitas warna antosianin salah satunya dipengaruhi oleh lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas masa penyimpanan filtrat daun jati selama 0, 7, 14, dan 21 hari terhadap kualitas pewarna preparat telur STH. Penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain Posttest-Only Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 24 preparat telur Ascaris lumbricoides yang terbagi 4 perlakuan dan 6 pengulangan. Kualitas pewarna preparat dinilai oleh tiga validator berdasarkan kontras lapang pandang, penyerapan warna, dan kejelasan morfologi. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan kualitas pewarna preparat antarkelompok penyimpanan. Seluruh preparat menunjukkan kualitas pewarna yang baik dan tidak ada perbedaan secara signifikan antarkelompok penyimpanan filtrat daun jati berdasarkan hasil uji statistik dengan nilai p-value yaitu 0,383 (> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa filtrat daun jati tetap efektif sebagai pewarna preparat telur STH hingga 21 hari penyimpanan dengan hasil terbaik diperoleh pada penyimpanan selama 7 hari setelah pembuatan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian secara mendalam dengan memperhatikan prosedur dan keterampilan laboratorium.

Referensi

  1. Aini, N., Khasanah, H., Husen, F., Yuniati, N. I., & Rudatiningtyas, U. F. (2023). Kualitas Rendaman Simplisia Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai pewarna alternatif Telur Ascaris lumbricoides. Jurnal Bina Cipta Husada Dan Jurnal Kesehatan Dan Science, XIX(2), 54–62.
  2. Anggraini, M. A. (2023). Perbedaan Kualitas Preparat Telur Cacing STH (Soil Transmitted Helminth) Menggunakan Pewarna Alami Perasan Daun Jati (Tectona grandis) dengan Konsentrasi 40%, 60%, 80%, 100% dan Eosin 2% sebagai Kontrol [Poltekkes Kemenkes Semarang]. Diakses pada https://repository.poltekkes-smg.ac.id/?p=show_detail&id=42134.
  3. Anggraini, M. A., & Afrianti, D. (2024). Uji Kualitas Telur Cacing STH Menggunakan Pewarna Alami Perasan Daun Pewarna (Tectona grandis) dengan Konsentrasi 40%, 60%, 80%, 100% sebagai Pewarna Alternatif Metode Sedimentasi. Jurnal Laboratorium Medis, 06(02), 86–92. https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/JLM/article/view/11625.
  4. Apriani, & Ereskadi. (2022). Ekstak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L) sebagai Alternatif Pengganti Eosin untuk Pemeriksaan Telur Cacing. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science, 3(1), 80–88. https://jurnal.aiptlmi-iasmlt.id/index.php/joimedlabs/article/view/62/31.
  5. Artanti, D., Sari, Y. E. S., & Ariana, D. (2020). Perbedaan Kualitas Preparat Telur Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides, Linn) menggunakan Rendaman Batang Pohon Jati dan Kuncup Daun Jati. Seminar Nasional Kesehatan, 21–30. http://jurnalrsam.stikesrsanwarmedika.ac.id/index.php/prosenakes/article/view/36/64.
  6. Arwi, D., Islawati, & Salnus, S. (2024). Identifikasi Telur Cacing STH dengan Menggunakan Pewarna Alami Ekstrak Antosianin dari Buah Naga. Jurnal Medisains Kesehatan, 5(1), 25–32. https://doi.org/10.59963.
  7. Dako, D. N. R., Putri, N. E., & Rahmawati, Y. (2024). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Telur Cacing STH (Soil Transmitted Helminth) Menggunakan Rendaman Daun Jati (Tectona Grandis Linn . F .) Sebagai Pengganti Eosin 2%. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(September), 8816–8823.
  8. Darmadi, D., & Dikna, J. (2022). Morfologi Telur Ascaris Lumbricoides Dengan Menggunakan Pewarnaan Hematoksilin Eosin. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 5(1), 335–340. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v5i1.4433.
  9. Darmadi, Yusrita, E., & Rahmadhani, N. (2023). Identifikasi Telur Ascaris lumbricoides Dengan Menggunakan Pewarnaan Trichorome. JIKA (Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab), 1(3), 31–39. https://core.ac.uk/reader/599480670.
  10. Fathinatullabibah, Kawiji, & Khasanah, L. U. (2014). Stabilitas Antosianin Ekstrak Daun Jati ( Tectona grandis ) terhadap Perlakuan pH dan Suhu. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 3 (2), 3(2), 60–63.
  11. Febriana, F., & Oktavia, A. I. (2019). Perbedaan Kadar Flavonoid Total dari Ekstral Daun Kebijing (Strobilanthus crispa L. Blume) Hasil Metode Maserasi dan Perlokasi. Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang, 1–8. https://repository.poltekkespim.ac.id/id/eprint/496/.
  12. Hastuti, P., & Haryatmi, D. (2021). Efektivitas Rendaman Daun Jati (Tectona grandis Linn.f) Dalam Mewarnai Stadium Telur Parasit STH (Soil Transmitted Helminth). Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 10(2), 41–47. https://doi.org/10.37013/jf.v10i2.143.
  13. Jumardi, M., Iswara, A., Setya, G., Putri, A., & Ariyadi, T. (2023). Perbandingan Kualitas Hasil Pewarnaan MenggunakanHematoxylin- Eosin danEkstrak Daun Jati Sebagai Pengganti Eosin. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 2, 878–887. https://prosiding.unimus.ac.id/index.php/semnas/article/view/1582.
  14. Kartini, S., Hasanah, U., Dari, T. W., & Pujiarti, R. (2022). Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) dan Batang Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss) Sebagai Reagen Alternatif Pemeriksaan Telur Ascaris lumbricoides. JPK : Jurnal Proteksi Kesehatan, 11(1), 41–45. https://doi.org/10.36929/jpk.v11i1.466.
  15. Kembaren, R. B., Putriliniar, S., Maulana, N. N., Yulianto, K., Ikono, R., Rochman, N. T., & Mardliyati, E. (2014). Ekstraksi Dan Karakterisasi Serbuk Nano Pigmen Dari Daun Tanaman Jati (Tectona Grandis Linn. F). Jurnal Kimia Dan Kemasan, 36(1). https://doi.org/10.24817/jkk.v36i1.1904.
  16. Khatimah, H., Hasanuddin, A. P., & Amirullah, A. (2021). Identifikasi Nematoda Usus Golongan STH (Soil Transmitted Helimnth) menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis). Bioma : Jurnal Biologi Makassar, 7(1), 37–44. https://doi.org/10.20956/bioma.v7i1.18421.
  17. Munawaroh, S., & Shofi, M. (2023). Modifikasi Pewarna Alami Ekstrak Etanol Sappan Lignum pada Pewarnaan Soil Transmitted Helminth Pengganti Eosin 2%. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 1553. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v11i2.9245.
  18. Muslih, M., & Rosyidah, R. (2020). Statistika Aplikasi di Dunia Kesehatan (Cetakan Pe). UMSIDA Press. https://press.umsida.ac.id/index.php/umsidapress/article/view/978-623-6081-03-7.
  19. Nadhira, F. F., Rahmat, M., Mulia, Y. S., & Rismiarti, Z. (2023). Ekstrak Daun Jati (Tectona Grandis) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin Dalam Pemeriksaan Telur Cacing Golongan Soil Transmitted Helminths. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(1), 165–171. https://doi.org/10.34011/jks.v4i1.1502.
  20. Nataliani, M. M., Kosala, K., Fikriah, I., Isnuwardana, R., & Paramita, S. (2018). Pengaruh Penyimpanan dan Pemanasan terhadap Stabilitas Fisik dan Aktivtas Antioksidan Larutan Pewarna Alami Daging Buah Naga (Hylocerus costaricensis). Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 11(1), 1–10.
  21. Ngete, A. F., & Mutiara, R. I. F. (2020). Penggunaan Pewarna Alami Sebagai Upaya Meningatkan Kualitas Kesehatan. Jurnal Kesehatan Tujuh Belas (Jurkes TB), 1(2), 130–135.
  22. Oktari, A., & Mu’tamir, A. (2017). Optimasi Air Perasan Buah Merah (Pandanus sp.) Pada Pemeriksaan Telur Cacing. Jurnal Teknologi Laboratorium, 6(1), 8. https://doi.org/10.29238/teknolabjournal.v6i1.85.
  23. Permatasari, R. (2024). The Relationship of Soil Transmitted Helminthes Infection With Clean and Healthy Living Behavior. BIOMA : Jurnal Biologi Makassar, 9(1), 135–144. https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma.
  24. Prabandari, A. S., Ariwarti, V. D., Pradistya, R., & Sari, M. M. S. (2020). Prevalensi Soil Transmitted Helminthiasis pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Semarang. Journal of Health Research, 3(1), 1–10. https://jurnal.stikesmus.ac.id/index.php/avicenna/article/view/337.
  25. Priska, M., Peni, N., Carvallo, L., & Ngapa, Y. D. (2018). Review: Antosianin dan Pemanfaatannya. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), 6(2), 79–97. https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/download/46629/28101.
  26. Rizquna, S. A., Maulida, S. N., Hannifah, Syakuron, A. A., Muflihati, I., & Suhendriani, S. (2024). Penggunaan Ekstrak Dari Tiga Jenis Daun Jati (Daun Jati Lokal, Daun Jati Super, dan Daun Jati Belanda) sebagai Pewarna Alami pada Sirup. Jurnal Triton, 15(1), 207–220. https://doi.org/10.47687/jt.v15i1.532.
  27. Surianti, S., Husain, H., & Sulfikar, S. (2019). Uji Stabilitas Pigmen Merah Antosianin Dari Daun Jati Muda (Tectona grandis Linn f) terhadap pH sebagai Pewarna Alami. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia Dan Pendidikan Kimia, 20(1), 94. https://doi.org/10.35580/chemica.v20i1.13623.
  28. Tapiheru dan Nurfadly. (2021). Prevalensi Infeksi Soil Transmitted Helminth pada Murid Sekolah Dasar Negeri 105296 Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera. JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 8(3), 1–7.
  29. Utami, Y. P., & Sarwati, D. (2024). Variasi Waktu dan Suhu Penyimpanan Ekstrak Daun Andong Merah Cordyline fruticosa(L.) A. Cheval tehadap Kadar Total Antosianin. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 6(2), 232–238.
  30. Wahyuni, R. A., Rizqina, A., Nurbidayah, N., & Sari, P. K. (2024). Efektivitas Rendaman Daun Andong (Cordyline fruticosa (L) A. Chev) sebagai Pengganti Eosin 2% pada Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminth (STH). Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan, 12(1), 10–16. https://doi.org/10.36341/klinikal_sains.v12i1.3835.
  31. Wati, E. W., Mita, N., & Ardana, M. (2018). Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Stabilitas Warna Sari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus Brriton and Rose). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8(June), 30–34. https://doi.org/10.25026/mpc.v8i1.299.
  32. Zulfa, L., Kumalaningsih, S., & Effendi, M. (2014). Ekstraksi Pewarna Alami Dari Daun Jati (Tectona Grandis) (Kajian Konsentrasi Asam Sitrat Dan Lama Ekstraksi) Dan Analisa Tekno-Ekonomi Skala Laboratorium Natural. Jurnal Industria, 3(1), 62–72.