Vol 6 No 2 (2024): November 2024
Artikel Hasil Penelitian

Derajat Aglutinasi pada Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung Berdasarkan Masa Simpan Test Sel A dan Test Sel B Hari Ke-0, Ke-2, Ke-4, Ke-6 dan Ke-8

Karinta Syifa Zatalini
Poltekkes Kemenkes Semarang
Rachmad Bayu Kuncara
Poltekkes Kemenkes Semarang
Anung Sugihantono
Poltekkes Kemenkes Semarang
Biografi

Diterbitkan 2024-11-01

Kata Kunci

  • Derajat Aglutinasi,
  • Masa Simpan,
  • Test Sel,
  • Golongan Darah,
  • Serum Grouping

Cara Mengutip

Zatalini, K. S., Kuncara, R. B., & Sugihantono, A. (2024). Derajat Aglutinasi pada Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung Berdasarkan Masa Simpan Test Sel A dan Test Sel B Hari Ke-0, Ke-2, Ke-4, Ke-6 dan Ke-8. Jaringan Laboratorium Medis, 6(2), 112–121. https://doi.org/10.31983/jlm.v6i2.11733

Abstrak

Pemeriksaan golongan darah adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menentukan jenis golongan darah. Test sel adalah reagen pemeriksaan golongan darah yang digunakan untuk mendeteksi antibodi dalam serum yang diperiksa. Lama masa simpan test sel yang hanya dapat bertahan selama dua hari dinilai kurang efektif bagi instansi dengan tingkat pelayanan darah yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan derajat aglutinasi pada pemeriksaan golongan darah dengan test sel A dan B yang disimpan pada hari ke-0, ke-2, ke-4, ke-6, dan ke-8. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental. Test sel A dan test sel B dibuat dari spesimen sel darah merah masing-masing 3 golongan darah A dan 3 golongan darah B. Test sel disimpan dalam refrigerator dengan suhu 2-6°C. Test sel kemudian dilakukan pemeriksaan pada penyimpanan di hari ke-0, ke-2, ke-4, dan ke-6.  Perhitungan sampel dan pengulangan menggunakan rumus Federer dengan jumlah perlakuan dalam penelitian ini adalah 5 perlakuan. Berdasarkan perhitungan, didapatkan satu sampel test sel A dan test sel B dengan lima kali pengulangan tiap pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan pada penyimpanan test sel hari ke-0, ke-2, ke-4, dan ke-6 didapatkan hasil pemeriksaan golongan darah yaitu derajat aglutinasi 4+ dengan eritrosit dalam test sel menggumpal menjadi satu ikatan, sel membentuk aglutinasi yang besar dengan supernatan jernih. Pada penyimpanan hari ke-8 didapatkan hasil derajat aglutinasi 3+ dengan eritrosit dalam test sel tidak menggumpal sempurna, terdapat butiran-butiran eritrosit serta supernatan yang keruh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan test sel A dan test sel B dapat digunakan secara optimal hingga penyimpanan hari ke-6.

Referensi

  1. Afriansyah, F., Bastian, B., Sari, I., & Juraijin, D. (2021). Perbedaan Darah Segera Diperiksa, Dilakukan Penyimpanan Pada Suhu 20oC-25oC Dan 4oC-8oC Selama 6 Jam Terhadap Jumlah Eritrosit. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 2(2), 108–114. DOI: https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v2i2.51
  2. Aldi, Y., Wahyuni, F. Sri., Dillasamola, D., Badriyya, E., & Srangenge, Y. (2023). Serologi Imunologi. Padang: Andalas University Press. http://repo.unand.ac.id/id/eprint/49703
  3. Ammariah, H., Nurhidayanti, Bastian, dan Kartika, T. (2022). Perbedaan Hasil Derajat Aglutinasi Serum Grouping Tube Test Dengan Suspensi Reagen NaCl 0,9% Siap Pakai Dan Suspensi Reagen NaCl 0,9% Dari Garam Dapur. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 19(2), 208–14. DOI: https://doi.org/10.31851/sainmatika.v19i2.9500
  4. Ananda, H. R., Hartati, D., & Juraijin, D. (2024). Perbedaan Derajat Aglutinasi Pemeriksaan Golongan Darah Metode Tabung Berdasarkan Konsentrasi Suspensi Sel 5% Segera Periksan Dengan Lama Penyimpanan 5 Hari. JHAST (Journal Health Applied Science and Technology), 2(1), 6–13. DOI: https://doi.org/10.52523/jhast.v2i1.32
  5. Arviananta, R., Syuhada, S., & Aditya, A. (2020). Perbedaan Jumlah Eritrosit Antara Darah Segar dan Darah Simpan di UTD RSAM Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), 686–694. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.388
  6. Fauziyah, Z., Hayati, E., Nurhayati, B., & Marliana, N. (2019). Stabilitas Prc Dalam Larutan Alsever Buatan Terhadap Morfologi Eritrosit Dan Fragilitas Osmotik. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(1), 277–284. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v11i1.779
  7. Li, H. Y., dan Guo, K. (2022). Blood Group Testing. Frontiers in Medicine, (9), 1–11. doi: 10.3389/fmed.2022.827619
  8. Li, X., Li, M., Wang, Y., Duan, S., Wang, H., Li, Y., Cai, Z., Wang, R., Gao, S., Qu, Y., Wang, T., Cheng, F., & Liu, T. (2023). The Development and Application Of A Novel Reagent For Fixing Red Blood Cells With Glutaraldehyde and Paraformaldehyde. Hematology (United Kingdom), 28(1). https://doi.org/10.1080/16078454.2023.2204612
  9. Maharani, E. A., dan Noviar, G. (2018). Imunohematologi dan Bank Darah. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI
  10. Mulyantari, N. K. & Yasa, I. W. P. S. 2016. Laboratorium Pratransfusi. Denpasar: Udayana University Press
  11. Naid, T., Arwie, D., & Mangerangi, F. (2012). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Jumlah Eritrosit Darah Donor. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 4(1), 112–120. https://doi.org/10.33096/jifa.v4i1.149
  12. Oktari, A., dan Silvia, N. D. (2016). Pemeriksaan Golongan Darah Sistem ABO Metode Slide Dengan Reagen Serum Golongan Darah A, B, O. Jurnal Teknologi Laboratorium 5(2), 49–54. http://www.teknolabjournal.com/index.php/Jtl/article/view/13/10
  13. Ritchie, N. K., & Hawwa, S. A. (2021). Uji Stabilitas Ph dan Morfologi Sel Darah Merah Uji pada Larutan Alsever dan Nacl 0,9% di Unit Donor Darah Pusat PMI. Ensiklopedia of Journal, 03(5), 127–131. DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v4i3.311
  14. Songjaroen, T., & Laiwattanapaisal, W. (2016). Simultaneous Forward And Reverse ABO Blood Group Typing Using A Paper-Based Device And Barcode-Like Interpratation. Analytica Chimica Acta, 921, 67–76. https://doi.org/10.1016/j.aca.2016.03.047