PENINGKATAN KEWASPADAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG MELALUI PENGUATAN LITERASI MITIGASI DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL
DOI:
https://doi.org/10.31983/jimat.v1i2.14318Keywords:
Angin puting beliung, Cuaca ekstremAbstract
Puting beliung adalah sebuah fenomena angin berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 km/jam yang berlangsung sekitar 5-10 menit yang diakibatkan adanya perbedaan tekanan yang besar dalam area dengan skala kecil yang terjadi di sekitar awan cumulonimbus. Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca dimana pengamatan unsur-unsur cuaca yang teramati melebihi ambang batas yang telah ditetapkan dan pada umumnya dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. Potensi ancaman/bahaya yang begitu banyak, khususnya di Indonesia merupakan tantangan baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan manajemen bencana yang baik. Peran aktif pemerintah dalam manajemen bencana ditunjukkan dengan membentuk BNPB dan BPBD hingga tingkat kota/kabupaten. Selain peran aktif pemerintah, hal yang sangat penting adalah kerjasama masyarakat di kawasan rawan bencana.
References
Amri, Mohd. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. W., Ichwana, A. N., Randongkir, R. E., dan Septian, R. T. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB]. (2015). Petunjuk Teknis Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Tingkat Kabupaten. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
BMKG. (2021). Cuaca Ekstrem. Retrieved December 4, 2023, from https://www.bmkg.go.id/tag/?tag=cuaca-ekstrem&lang=ID
Der Sarkissian, R., Zaninetti, J. M., & Abdallah, C. (2019). The use of geospatial information as support for Disaster Risk Reduction; contextualisation to Baalbek-Hermel Governorate/Lebanon. Applied Geography, 111(August), 102075. https://doi.org/10.1016/j.apgoeg.2019.102075
Jufriadi, A., Ayu, H. D., Afandi, A., Rahman, M., Raehanayati, R., Ariyanto, S. V., & Suciningtyas, I. K. L. N. (2012). Sosialisasi “Pengurangan Resiko Bencana” di Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang sebagai Upaya Pendidikan Mitigasi Bencana. Erudio Journal of Educational Innovation, 1(1), 45–53. https://doi.org/10.18551/erudio.1-1.8
Narbuko, C. dan A. Achmadi. 2015. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Pahleviannur, M. R. (2019). Edukasi Sadar Bencana melalui Sosialisasi Kebencanaan Sebagai upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa terhadap Mitigasi Bencana. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 29(1), 49–55. https://doi.org/10.23917/jpis.v29i1.8203
Purnama, S.G. 2017. Modul Manajemen Bencana. Denpasar: Universitas Udayana.
Rifda Arum. (2021). Penyebab dan Proses Terjadinya Angin Puting Beliung. Gramedia.com https://www.gramedia.com/best-seller/angin-puting beliung/#google_vignette
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Utami, S. D., dan Mustari, H. (2020). PERUT SINCAN (Snakes and Ladders Game of Disaster Mitigation) as a Disaster Education Learning Medium. In Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 3(1).76-82.
Wibowo Aris Yunus, Dewi Puspita Ratih, dkk. (2020). Penguatan Literasi Mitigasi Bencana Angin Puting Beliung untuk Peningkatan
Widianto, Muhammad Nuzullam. 2020. Evaluasi Rencana Pola Ruang Berbasis Analisis Risiko Bencana Angin Puting Beliung di Wilayah Bogor. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Kapasitas Masyarakat Desa Munggur, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Jurnal Warta LPM. 23(2), 165-179. https://journals.ums.ac.id/index.php/warta
World Meteorological Organization. (2017). WMO No 1203: WMO Guidelines on the Calculation of Climate Normals. In WMO-No. 1203 (Issue 1203).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


