UPAYA PENCEGAHAN PUTUS OBAT PENDERITA TBC DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DAN AKKUPRESSURE UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH ATAU PENURUNAN NAFSU MAKAN DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL

Authors

  • Deddy Utomo Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Nur Cholis Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Hudinoto Yudyarto Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31983/jimat.v1i2.11794

Keywords:

Putus obat TBC, efek OAT, Akkupressure

Abstract

Salah satu dari 10 penyebab kematian teratas di dunia saat ini adalah tuberkulosis paru atau yang dikenal dengan TB Paru. Terdapat 10 juta orang diseluruh dunia menderita TB Paru pada tahun 2017, dan terdapat 1,6 juta orang yang meninggal karena penyakit tersebut. Dengan masing-masing 62% kasus, Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki tingkat TB Paru tertinggi, diikuti oleh Afrika dengan 25% kasus. Dalam laporan terbaru, 30 negara menyumbang 87% infeksi TB Paru, dengan India, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Afrika Selatan, dan Indonesia menyumbang dua pertiga dari kasus ini.  Permasalahan pengobatn TB Paru mengunakan obat anti tuberculosis (OAT) terdiri dari beberapa antibiotiK yang rata-rata memiliki efek samping mual , muntah dan penurunan nafsu makan, masyarakt mengangap obat tersebut tidak cocok dengan dirinya sehingga banyak dari mayarakat yang memutuskan untuk berhenti minum obat.  Metode   yang     digunakan  adalah  Edukasi,  pelatihan dan pendampingan kader kesehatan  dan keluarga sebagai role model dan  change  agent di  masyarakat untuk   meningkatkatkan    pengetahuan  dan  kemampuan dan perubahan perilaku untuk tidak putus obat. Salah satu upaya menagatasi mual muntah dan penurunan nafsu makan yaitu dengan akkupressure . . Hasil  peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk mengatasi mual dan muntah saat konsumsi OAT.. Kesimpulan Putus obat TBC disebabkan banyak factor diperlukan upaya-upaya untuk tidak terjadi putus obat salah satunya dengan pendekatan akupressur dan pendampingan keluarga

References

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2017). Profil kesehatan Profinsi Jawa Tengah Tahun 2017. 3511351(24), 1–112.

DPRD Kota Tegal (2022), 542 Penderita Baru Tuberkulosis Di Kota Tegal

https://dprd.tegalkota.go.id/contents/detail?aWRfZGF0YT05MDM1

Kristini, T., & Hamidah, R. (2020). Potensi Penularan Tuberculosis Paru pada Anggota Keluarga Penderita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 24. https://doi.org/10.26714/jkmi.15.1.2020.24-28

Kemenkes RI. (2018). Tuberkulosis ( TB ). Tuberkulosis, 1(april), 2018. www.kemenkes.go.id

Lina Rahmawati, S.Kep, N. (2019). Buku Profil Kesehatan Kabupaten Tegal 2019 (pp. 115–122).

Imelda Liana ritonga, Andika Putra Manurung (2022) factor-faktor yang mempengaruhi kegagalan pengobatan TBC pada penderita TBC di RSU Imelda Pekerja Indonesia https://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEPERAWATAN/article/view/1043

Mega Apriyanti, Anggi Noorana Zahra (2022) The Effectiveness of Acupressure Therapy to Reduce Nausea and Vomiting in Colorectal Cancer Patients Undergoing Chemotherapy: Case Study https://ejournal.poltekkesjakarta1.ac.id/index.php/perawat/article/view/839

Downloads

Published

2024-07-31

How to Cite

Utomo, D., Cholis, N., & Yudyarto, H. (2024). UPAYA PENCEGAHAN PUTUS OBAT PENDERITA TBC DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DAN AKKUPRESSURE UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH ATAU PENURUNAN NAFSU MAKAN DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL. Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate, 1(2). https://doi.org/10.31983/jimat.v1i2.11794

Issue

Section

Articles