PEMAKAIAN PERASAN LIDAH MERTUA (Sansevieria Trifasciata Lorentii) TERHADAP PENGURANGAN PAPARAN RADIASI ELEKTROMAGNETIK ELEKTRONIK

Halfa Sausan Mardlia, Tri Cahyono, Yulianto Yulianto

Abstract


Abstrak 

Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan televisi dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian perasan lidah mertua (Sansevieria Trifasciata Lorentii) terhadap pengurangan paparan radiasi elektromagnetik elektronik. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan time series. Hasil penelitian menunjukan rata-rata tingkat radiasi sebelum diberi paparan perasan Sansevieria Trifasciata Lorentii konsentrasi 10% = 40,3 µW/cm2, 15% = 40,3 µW/cm2, 20% = 40,5 µW/cm2. Sesudah diberi paparan perasan Sansevieria Trifasciata Lorentii konsentrasi 10% selama 1 jam = 23,8 µW/cm2,2 jam = 40,3 µW/cm 2, 3 jam = 40,3 µW/cm 2. Konsentrasi 15% selama 1 jam = 22,8 µW/cm2, 2 jam = 40,3 µW/cm2, 3 jam = 40,3 µW/cm2, 4 jam = 40,3 µW/cm2. Konsentrasi 20% selama 1 jam = 25,5 µW/cm2, 2 jam = 40,5 µW/cm2, 3 jam = 40,5 µW/cm2, 4 jam = 40,5 µW/cm2. Uji pair t test menunjukkan (p = 0,000) yang berarti terdapat perbedaan tingkat radiasi sebelum dan sesudah diberi paparan perasan Sansevieria Trifasciata Lorentii selama 1 jam. Uji anava oneway menunjukkan (0,730) yang berarti perasan Sansevieria Trifasciata Lorentii memberikan pengaruh selama 1 jam.Kesimpulan penelitian ini adalah perasan Sansevieria Trifasciata Lorentii dapat memberikan pengaruh terhadap radiasi elektromagnetik selama 1 jam paling tinggi konsentrasi 20% sebesar 25,5 µW/cm2. Saran dari peneliti agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan menambahkan variable jarak dan posisi penyemprotan.

Abstract 

[The Effect Of Sansevieria Trifasciata Lorentii To The Reduction Rate Of Electromagnetic Radiation In Ledug District Of Kembaran 2018] Electromagnetic radiation scattered by television is able to harm human’s health factor. This study aims to determine the effect of using tongue-in-law (Sansevieria Trifasciata Laurentiis) on reducing exposure to electronic electromagnetic radiation. This type of research is quasi experiment in the manner of time series framework.The result shows an average radiation rate before and after the application of Sansevieria Trifasciata Lorentii in 10%=40,3 µW/cm2, 15% = 40,3 µW/cm2, 20% = 40,5 µW/cm2 concentration. After the application of Sansevieria Trifasciata Lorentii, 10% concentration for 1 hour= 23,8 µW/cm2,2 hours = 40,3 µW/cm2, 3 hours = 40,3 µW/cm2. 15% concentration for 1 hour = 22,8 µW/cm2, 2 hours = 40,3 µW/cm2, 3 hours = 40,3 µW/cm2, 4 hours = 40,3 µW/cm2. 20% concentration for 1 hour = 25,5 µW/cm2, 2 hours = 40,5 µW/cm2, 3 hours = 40,5 µW/cm2, 4 hours = 40,5 µW/cm2. T-Test Pair shows (p=0,000) several differences radiation level before and after the application of Sansevieria Trifasciata Lorentii for an hour. The Anaya oneway trial shows (0,730) that indicates the distillation of Sansevieria Trifasciata Lorentii affects the whole concentration for an hour. As the conclusion of this research, Sansevieria Trifasciata Lorentii is able to affect electromagnetic radiation for an hour with the highest number 20% of concentration in amount of 25,5 µW/cm2. The researcher suggests for a further observation by including the spray position and distance variables.


Keywords


Paparan ;Radiasi Elektromagnetik; Sansevieria Trifasciata Lorentii

Full Text:

PDF

References


Adawiyah Ayun Robi’atul. 2013. Universitas Diponegoro: Jurnal Ilmiah Mahasiswa vol.3

Anies. 2005. Seri Kesehatan Umum Penyakit Akibat Kerja. Jakarta: PT Elex MediaKomputindo

Badan Tenaga Nuklir Nasional. 2011. Jakarta: Pedoman Keselamatan dan Proteksi Radiasi Kawasan Nuklir Serpong

Ervan hardoko. 2017. Klaim Terkena Radiasi Fukushima 318 Pelaut AS Gugat Pemerintah Jepang.http://internasional.kompas.com/read/2 017/06/23/14324601/klaim.terkena.radiasi.fuk uhima.318.pelaut.as.gugat.pemerintah.jepang. sabtu 23 desember 2017 pukul 13:30 WIB

Retno Printis, 2016. Pengaruh Sansevieria terhadap Penurunan Radiasi Elektromagnetik di Jurusan Kesehatan Lingkungan

Risa Kosasih. 2015. Seorang Pekerja Di Jepang Terkena Kanker Akibat Radiasi Nuklir. http://health.liputan6.com/read/2345076/seora ng-pekerja-di-jepang-terkena-kanker-akibat-radiasi-nuklir. sabtu 23 desember 2017 pukul 12:30 WIB

Roy Vanbastan Simbolan, 2016. Hubungan Intensitas Pencahayaan dan Lama Paparan Radiasi Monitor Komputer dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Pekerja Pengguna Komputer di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara

Sunardi, Kartika Sari. 2012. Pengaruh Konsentrasi Larutan Ekstrak daun Lidah Mertua terhadap Absorbansi dan Transmitansi pada Lapisan Tipis. Jakarta: Seminar Nasional Fisika




DOI: http://dx.doi.org/10.31983/jrk.v7i2.3484

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Riset Kesehatan (ISSN: 2252-5068 e-ISSN: 2461-1026), is published by Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang, Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268, Indonesia; Telp./Fax: (024)7460274

Public Services : 

 E-mail: jrk@poltekkes-smg.ac.id    Channel Telegram: http://telegram.me/uppmpoltekkessmg 


 

Creative Commons License

  

Jurnal Riset Kesehatan by http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jrk is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats